Sampah dan Puing-Puing Sisa Renovasi Taman yosomulyo di Keluhkan Warga Karena Terlihat Kumuh dan Semrawut

.

Saiwawai.id,KOTA METRO – Pemerintahan Kota Metro terus berupaya meningkatkan kelayakkan penataan dalam segala bidang, salah satu di antaranya, Rehabilitasi taman Yosomulyo Kelurahan Yosomulyo Kecamatan Metro Pusat Kota Metro.

Terkait Pembangunan Rehabilitasi Taman Yosomulyo menuai banyak pertanyaan dari warga sekitar.

Pasalnya puing-puing bekas pembongkaran di biarkan begitu saja seolah-olah sengaja dan jauh dari kata menjaga kerapihan.

Ketua RT 16 Kelurahan Yosomulyo Marzuki saat di minta keterangan dan tanggapan terkait keluhan wargannya mengatakan kalau adanya pembangunan Rehabilitasi Taman Yosomulya belum ada pemberitahuan sama sekali sebelumnya.

“Jadi dari dinas tekait maupun pemborongnya saat pembangunan tidak pernah memberitahu ke RT/RW dan tidak melalui musrembang,”

lanjutnya “jadi kalau ada komplen harusnya ke orang yang dapet proyek tersebut, sebenarnya pamong juga merasa risih dengan dibiarkannya puing-puing bekas sampah pembangunan itu, seharusnya semua itu di bersihkan dan di buang ketempat lain, kalo pun belum selesai proyeknya seharusnya tidak di biarkan seperti tu.” paparnya

Lanjutnya,” Lampu penerangan juga perlu di tambahkan karna setelah taman itu jadi sering sekali digunakan untuk kumpul-kumpul anak-anak muda untuk minum-minum hingga larut malam karena susana yang lumayan gelap kurang penerangan,” pungkasnya.

Sementara di tempat yang sama Hendika Niti Yoeda yang juga warga sekitar pembangunan renovasi taman Yosomulyo menyampaikan,” Pekerjaan itu sudah selesai lebih kurang satu bulan yang lalu cuman terkesannya ini kumuh, karena sampah di biarin, kemudian bekas pecahan bongkaran tempat duduk di biarin terbengkalai, dan tempat permainan anak-anak di copot dan di biarkan begitu aja, jadi pada intinya kumuh dan semerawut,” ucup Andika.

Lanjut Andika,” Kami berharap pada pemerintah Kota Metro untuk dapat memasangkan lampu penerangan di sekitar taman karena semenjak taman ini di perbaiki menjadi tempat anak-anak muda nongkrong sambil minum-minuman keras dan di jadikan tempat mabuk-mabukan,” pungkasnya Handika Niti Yoeda.(Tim/Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.