Ketua Gapoktan Purwo Sari Di Duga Gelapkan Klaim Asuransi Petani

Lampung Timur Suroto CS diduga kuat telah menggelapkan uang klaim asuransi para petani yang tergabung dalam Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Desa Purwo Sari Kecamatan Batanghari Nuban Kabupaten Lampung Timur, yang hingga saat ini masih dipimpinya.

Demi mempasilitasi persoalan tersebut, Edi Sutopo selaku Kepala Desa mencoba melakukan klarifikasi, antar para petani dengan masing-masing ketua Kelompok Tani (Poktan) selaku penerima klaim pembayaran asuransi gagal panen dari PT Jasindo.

Belum lama ini, di balai Desa Purwosari, puluhan petani yang tergabung dalam Poktan nenyampaikan adanya indikasi penggelapan tersebut. Sayangnya, Suroto CS atau para ketua poktan tidak ada yang menghadiri undangan Kepala Desa perihal klarifikasi pencairan asuransi Jasindo tahun 2020.

Dari beberapa keterangan petani, untuk lahan seluas 1/4 hektar hanya menerima asuransi sebesar 500 ribu, namun belakangan diketahui klaim asuransi untuk 1/4 hektar sebesar 1,5 juta.

Dalam rapat klarifikasi itu, salah satu sesepuh Desa sekaligus sebagai mantan kepala desa, Pendamping penyuluh Purwosari, Kepala Desa aktif dan puluhan petani yang tergabung pada tiga Kelompok Tani (Poktan) yang menerima klaim asuransi Jasindo.

Kuatnya dugaan adanya penggelapan uang klaim asuransi Jasindo tersebut setelah mendengarkan pengakuan dari masing-masing pengurus poktan.
Diantaranya, Nurokhim bendahara dan anggota Poktan, Harapan Tani 2.

Dikatakanya, Poktan Harapan Tani 2 diketuai Sukiman dan beranggotakan sebanyak 28 orang. Dalam asuransi kelompoknya mengajukan klaim seluas 30 Ha. Dan telah realisasi sebesar 72 juta, atau seluas 12 hektar.

“Anggota terima berbeda-beda, sesuai kerusakan, total keseluruhanya 27 juta. Sisanya ketua yang tau, uangnya dicairkan di Bank Lampung cabang Pekalongan, sisanya pada ketua (Sukimin Ketua Red) dan Suroto Ketua Gapoktan,” jelas Rokhim.

Sementara Narto Ketua Poktan Karya Mandiri, Desa Purwosari didampingi Sekretarisnya Suryanto, mengaku justru tidak pernah diajak atau rembukan perihal adanya klaim asuransi gagal panen Jasindo.

“Kelompok kita ada 29 anggota, Saya tidak pernah tau ada pengajuan klaim keasuransi jasindo. Tetapi saat pencairan saya diajak dan ikut, uang diacirkan sebesar 104 juta dari Bank Lampung cabang Pekalongan, Sehabis ambil uang langsung kerumah Pak Suroto, dan sampai saat ini tidak ada koordinasi lagi, saya terima 2,4 juta” terang Narto.

Kelompok Tani Wira Usaha mengaku menerima 106 juta. Dengan lahan seluas 17 Ha.

Muklis Pahpahan alias ucok selaku bendahara Poktan Wira Usaha, didampingi sekretarisnya, Iput sementara Ketuanya (Wahit red), dalam klarifikasi tersebut tidak hadir.

Seperti Narto, Muklis dan Iput Bendahara dan sekretaris Poktan Wira Usaha juga mengaku tidak ikut rembuk dalam klaim asuransi Jasindo tersebut.

“Tidak taubpersis, hanya dapat info dari Pak Ketua (Wahit Red) bahwa poktan kita dapat klaim 100 juta lebih, yang dicairkan pada BRI cabang Raman Utara. Tudak ada musyawarah, ketua itu jalan sendiri,” jujur Muklis Pahpahan.

Dalam kesempatan itu Ketua Fijar Keadilan Mukhlis menyampaikan kesiapan lembaga yang dipimpinya saat itu, dalam melakukan pendampingan masyarakat yang merasa dirugikan atas penggelapan tersebut.

Diketahui, sebelumnya, indikasi penggelapan uang klaim asuransi Jasindo didesa Purwosari atas hasil investigasi Tim Fijar Keadilan.
Atas kebijakan Kepala Desa untuk melakukan klarifikasi dibalai desa.
Sayangnya, Ketua Gapoktan tidak bersidia hadir memenuhi undangan Kepala Desa tersebut.(*/Rbs)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.